Komunitas Perlebahan Indonesia (Indonesian Beekeepers Community)

Hi desmon :slight_smile:
Wah penghuninya nambah satu lagi akhirnya . . .

Wah bagus tu bisa saling share klo beneran kejadian hehehehe :slight_smile:

Nah ini pertanyaanya agak panjang untuk dijelaskan, tergantung bagaimana pemahaman kita semua disini :slight_smile:
Kata “beradaptasi” bisa dimengerti sebagai suatu spesies yang hidup dari iklim tertentu bisa menyesuaikan untuk hidup di iklim lainnya, dan kalau ini yang ditanya secara kasar memang jawabannya iya. Kasus ini seringkali dikenal dengan sebutan spesies “introduce”, atau spesies yang diperkenalkan ke tempat yang baru. Hal tersebut didukung dengan berbagai fakta dimana lebah2 mellifera banyak dibudidayakan oleh para peternak lebah. “Wah berarti bisa beradaptasi ya klo gitu?”

Nah apabila “beradaptasi” tersebut dimengerti secara mampu hidup di iklim lainnya, tanpa campur tangan manusia sama sekali (domestikasi / diternakkan, berubah menjadi liar di alam bebas), saya rasa kita masih harus menunggu waktu lebih lama lagi. Kondisi di Indonesia, mungkin dapat dikatakan kurang mendukung bagi budidaya lebah madu jenis mellifera dibandingkan dengan di tempat asalnya, atau di negara-negara maju (yang terus memberikan subsidi bagi perlebahan hingga puluhan juta dolar per tahunnya).
Mengapa?

  1. Karena di Indonesia kita punya spesies lebah lokal, khususnya dari A. dorseta (Hutan), maupun yang lebih umum seperti A. cerana maupun A florea. Disini pasti menyebabkan terjadinya persaingan pakan secara lokal atau wilayah dengan lebah jenis lainnya.
  2. Mites, khususnya varroa kutu berwarna merah sebesar titik pulpen yang ajaibnya mampu menelan satu koloni utuh dalam waktu singkat. Kutu ini berasal dari Indonesia, tepatnya dari Jawa :slight_smile:
    Artinya klo memang serius pelihara di sini, ya seperti pasien di rumah sakit yang pake alat bantu pernapasan, yang klo diambil alat bantunya, sebentar KO. Bedanya klo untuk lebah kita tergantung sma obatnya, buat bunuh si kutu tanpa bunuh lebahnya. "Hmnnn fakta tak seindah tulisan buku ya ternyata … "

Pada dasarnya yang namanya pelihara lebah, kita perlu menyediakan tambahan supply / stimulant khususnya berupa air gula, kenapa perlu? karena mereka para lebah perlu waktu untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan baru. Berapa lama? Tergantung, sangat bervariasi, dan banyak faktor yang berpengaruh. Aturan umumnya, saya menyarankan setidaknya satu minggu, minggu berikutnya kita lihat bagaimana kondisi koloninya. Nah pada dasarnya yang dilihat adalah “Supply & Demand” koloni dari lingkungan sekitar, dimana supply (nektar & pollen, khususnya pollen) harus dipastikan ada. Apabila bermasalah usahakan pindah lokasi ato siap siap kotak lebah jadi tempat nanem tanaman :stuck_out_tongue: . Next, untuk pemeliharaan saya sarankan perhatikan “Kutu / varroa”. Anda bisa mengendalikannya, anda lolos 80% masalah lebah madu mellifera (20% paling cuma sisa pestisida, dll). Gimana caranya bro? gunakan berbagai macam obat, jangan pernah cuma satu macam. Kenapa? klo pake 1 macam anda bukan budidaya lebah namanya, tapi budidaya kutu super, yang udah bermutasi trus tahan obat lagi.
Sisanya sih udah faktor2 minor klo bisa urus 2 hal itu.

Ada, itu umumnya disebabkan si koloni lebah tsb memang blum cukup kuat jadi ngasih flow ya kaya anda bangun kos-kosan, 10 kamar (5 bawah, 5 atas), eh yang mau ngekos cuma 3 orang, pesen bawah semua lagi. Ya klo yang bawah aja ga penuh, yang atas pasti lebih kosong. Nah klo untuk koloni yang udah kuat, biasanya mulai jalan-jalan ke atas ga jelas, dalam jumlah lumayan banyak, mereka ada yang otomatis lapisin plastik flow pake lilin lebah, ada juga yang mesti dipancing dengan plastik flow diolesin lilin lebah.

Klo mau liat apa aja yg didapet, itu isinya ya begini
Flow Hive (full set): Worth the wait! Unboxing Joy - #2 by Woodside_Beehive
Broodbox dapet, superbox dapet, atap, queen excluder, dll. Yang jelas feeder tidak termasuk dari paket Flow Hive, mesti beli atau bikin sendiri.

Orang barat yang tinggal di tempat, dimana lebah mellifera berasal selalu klo ditanya ini akan jawab, jangan panen di tahun pertama, biar si lebah hidup dengan baik baik dan lewat musim dingin, klo dia udah bisa masuk ke tahun ke 2 baru boleh di panen. Dengan mengutip ini, saya bukan menyuru anda untuk melakukan 100% spt yg mrk katakan, anda boleh memanen di tahun awal juga. Yang perlu diingat dalam ternak lebah, khususnya untuk menghasilkan madu = anda sedang memperebutkan madu dari koloni lebah, yang pada dasarnya adalah cadangan makanan bagi para lebah. Klo anda mengambil terlalu banyak, dan kemampuan koloni lebah tidak cukup untuk menggantinya, anda mendatangkan bencana kelaparan mendadak bagi koloni tsb. Anda memang dapat menggatinya dengan gula, tapi ya klo anda terus lakukan itu lama-lama yang anda minum air gula, bukan madu :slight_smile:
Untuk waktu panen, apabila semua kondisi mendukung atau dalam kondisi terbaiknya adalah 3 bulan setelah anda letakkan kotak ke tempat anda, tapi tidak jarang fakta berkata lain. Kenapa saya katakan terbaiknya 3 bulan? karena siklus hidup si lebah pekerja dari telur hingga keluar jadi lebah madu adalah 21 hari, setelah lahir akan jadi tambahan massa atau pekerja bagi koloni, yang klo udah dewasa bisa pergi cari nektar & pollen, nah boleh atau tidaknya anda panen tergantung khususnya pada 3 siklus awal tersebut. Klo lebah-lebah tersebut memang mampu menjalankan tugasnya dengan baik, dan kondisi lingkungan mendukung ya anda bisa panen, klo tidak cobalah untuk bersabar :slight_smile: